Jumat, 15 Oktober 2010

Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii)

Potensi perairan laut yang dapat dimanfaatan untuk pengembangan usaha budidaya laut diperkirakan mencapai lebih dari 10 juta dan seluas 1,85 juta Ha, diperuntukan bagi pengembangan budidaya makroalga. Salah satu komoditas makroalga yang mempunyai nilai ekonomi penting dan budidayanya telah berkembang adalah jenis Kappaphycus alvarezii atau dulu lebih dikenal dengan nama Euchema cottonii (Doty 1985 dalam Sulistijo 1996).

Tentang Kappaphycus alvarezii atau di kenal dengan sebutan dulu Eucheuma cottonii

Menurut Doty (1985), Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut merah (Rhodophyceae) dan berubah nama menjadi Kappaphycus alvarezii karena karaginan yang dihasilkan termasuk fraksi kappa-karaginan. Maka jenis ini secara taksonomi disebut Kappaphycus alvarezii (Doty 1985). Nama dagang ‘cottonii’ umumnya lebih dikenal dan biasa dipakai dalam dunia perdagangan nasional maupun internasional.

(Morfologi)
Rumput laut merupakan makro alga yang hidup di laut yang tidak memiliki akar, batang dan daun sejati dan pada umumnya hidup di dasar perairan dan menempel pada substrat (benda lain). Fungsi dari akar, batang dan daun yang tidak dimiliki oleh rumput laut tersebut digantikan dengan thallus. Karena tidak memiliki akar, batang dan daun seperti umumnya pada tanaman, maka rumput laut digolongkan ke dalam tumbuhan tingkat rendah (Thallophyta).
Bagian–bagian rumput laut secara umum terdiri dari holdfast yaitu bagian dasar dari rumput laut yang berfungsi untuk menempel pada substrat dan thallus yaitu bentuk-bentuk pertumbuhan rumput laut yang menyerupai percabangan. Tidak semua rumput laut bisa diketahui memiliki holdfast atau tidak. Rumput laut memperoleh atau menyerap makanannya melalui sel-sel yang terdapat pada thallusnya. Nutrisi terbawa oleh arus air yang menerpa rumput laut akan diserap sehingga rumput laut bisa tumbuh dan berkembangbiak.

(Perkembangbiakan)
  Pada rumput laut dikenal pola perkembangbiakan dengan pertukaran generasi antara vegetatif dan generatif. Rumput laut dapat berkembang biak secara generatif atau secara kawin. Pada peristiwa perbanyakan secara generatif rumput laut yang diploid (2n) menghasilkan spora yang haploid (n). Spora ini kemudian menjadi 2 jenis rumput laut yaitu jantan dan betina yang masing-masing bersifat haploid (n) yang tidak mempunyai alat gerak. Selanjutnya rumput laut jantan dan akan menghasilkan sperma dan rumput laut betina akan menghasilkan sel telur. Apabila kondisi lingkungan memenuhi syarat atau menghasilkan suatu perkawinan dengan terbentuknya zigot yang akan tumbut menjadi tanaman rumput laut (Meiyana, et al., 2001). Sedangkan untuk Proses perbanyakan secara vegetatif berlangsung tanpa melalui perkawinan. Setiap bagian rumput laut yang dipotong akan tumbuh menjadi rumput laut yang mempunyai sifat seperti induknya. Perkembangbiakannya bisa dilakukan dengan cara stek dari cabang-cabang rumput laut.
   Syarat potongan rumput laut yang dikembangkan merupakan thallus yang muda, masih segar, berwarna cerah dan mempunyai percabangan yang banyak, tidak tercampur lumut atau kotoran, serta bebas atau terhindar dari penyakit (Meiyana, et al., 2001). Penggunaan bibit vegetatif tersebut sampai saat ini masih dianggap yang paling mudah dan menguntungkan dari segi efisiensi waktu, tenaga dan biaya dibandingkan dengan cara-cara generatif yang masih belum diterapkan secara masal karena pertimbangan teknis dan ekonomis yang dianggap belum menguntungkan.

Kamis, 14 Oktober 2010

Bangka Belitung

Banyak orang yang tak mengenal Kepulauan Bangka Belitung, ada yang berkata "seperti apa sih Bangka Belitung??? apa sih yang terdapat di Bangka Belitung itu sendiri???"
Sebenarnya sudah dapat dikenal secara umumnya Bangka Belitung itu seperti apa, gambaran Bangka Belitung dapat dilihat dari Film " Laskar Pelangi" dan "Sang Pemimpi" serta dari film lain-lainnya yang berkaitan dengan Bangka Belitung.
Untuk secara luasnya Bangka Belitung merupakan salah satu Provinsi kepulauan yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang menakjubkan. 
Kekayaan tersebut merupakan anugrah yang terindah dan yang pernah ada, seperti Wisata Bahari, Wisata Alam, Wisata Budaya, Wisata Sejarah, Wisata Religius, Wisata Agro dan Wisata Kuliner.
Beberapa objek wisata ini merupakan "VISIT BANGKA BELITUNG ARCHIPELAGO 2010 KEPULAUAN BANGKA BELITUNG".

   Untuk Halaman ini akan menjelaskan tentang "Wisata Bahari"

Wisata Bahari merupakan objek wisata yg paling menarik yang ada di Bangka Belitung, yaitu "Pantai".
Untuk setiap Kabupaten memiliki ciri khas masing-masing yang menonjol untuk Kategori Pantai.
Untuk Kab. Bangka seperti Pantai Tanjung Pesona, Pantai Parai Tenggiri, Pantai Matras dan Pantai Tikus.
Untuk Kota Pangkalpinang seperti Pantai Pasir Padi dan Pantai Tanjung Bunga.
Untuk Kab. Belitung seperti Pantai Tanjung Pendam, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Kelayang, Pantai Tanjung Binga, Pantai Bukit Berahu, Pulau Lengkuas, Terumbu Karang, Pantai Mabai dan Pantai Tanjung Kira.
Untuk Kab. Bangka Barat seperti Pantai Tanjung Kalian, Pantai Tanjung Ular, Pantai Pasir Kuning, Pantai Jebus Laut, Pantai Mentiba, Pantai Bembang, Pantai Kedacak dan Pantai Air Mas.
Untuk Kab. Bangka Selatan terdapat Terumbu Karang Lepar Pongok, Pantai Tanjung Krasak, Pantai Batu Kodok, Pantai Batu Petumpang dan lain-lain.
Untuk Kab. Bangka Tengah terdapat Pantai Batu Belubang dan lain-lain
Untuk Kab. Belitung Timur terdapat Pantai Pulau Punai, Pantai Batu Lalang, Pantai Sengaran dan lain-lain.

Untuk melihat foto-foto pantai yang disebutkan ini dapat dilihat disitus http://www.visitbangkabelitung.com/jenis_objek_wisata/Wisata%20Bahari.